Showing posts with label bb. Show all posts
Showing posts with label bb. Show all posts

Friday, July 31, 2009

Anak Demam

Artikel ini dikutip dari bayikita.wordpress.com

Ulasan yang berkaitan dengan:
-demam pada bayi/anak
-panas tinggi pada bayi/anak
-kejang pada bayi/anak
dan cara mengatasinya. Diambil dari milis
ayah bunda

Demam Pada Anak (Pls Read)
Merupakan Notulen Seminar “Fever In Children” dengan pembicara dr. Purnamawati

Definisi Demam:
Demam adalah kondisi dimana otak mematok suhu di atas setting normal yaitu di
atas 38C. Namun demikian, panas yang sesungguhnya adalah bila suhu > 38.5C.
Akibat tuntutan peningkatan setting tsb maka tubuh akan memproduksi panas.

Tiga Fase Demam
1. menggigil - sampai suhu tubuh mencapai puncaknya,
2. lalu menetap
3. dan baru akhirnya turun

Bagaimana dan Mengapa Demam Timbul
Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya suatu molekul kecil
di dalam tubuh kita yang disebut dg PIROGEN - ZAT PENCETUS PANAS.

Apa yg menyebabkan terjadinya peningkatan pembentukan pirogen? Banyak,
seperti infeksi, radang, keganasan, alergi, teething, dll.

Inflammation - Fever
Pertama, RADANG. Apa sih radang itu? Infeksi?

Dalam bahasa inggris, radang adalah INFLAMMATION, bukan infection. Dengan
demikian, radang bisa disebabkan oleh infeksi tetapi bisa juga bukan karena infeksi.
Kalau karena infeksi, bisa infeksi kuman (bakteria) atau karena infeksi virus, jamur, parasit; tetapi kebanyakan infeksi pada bayi dan anak disebabkan oleh virus.

Apa penyebab radang yang bukan infeksi? Bisa alergi (yang tersering), bisa juga trauma, tumbuh gigi (teething), atau karena penyakit autoimun (ada kesalahan “program” di dalam tubuh dimana organ tubuh dikira sebagai “musuh” dan diserang oleh sistem imun.

Kedua, apa itu INFEKSI?
Infeksi adalah masuknya jasad renik (micro organisms atau mahluk hidup yg
sangat kecil yang umumnya tidak dapat dilihat dengan mata) ke tubuh kita.
Masuknya micro-organisms tersebut belum tentu menyebabkan kita jatuh sakit, tergantung banyak hal antara lain tergantung seberapa kuat daya tahan tubuh kita.

Bila sistem imun kita kuat, mungkin kita tidak jatuh sakit atau kalaupun sakit, ringan saja sakitnya, bahkan tubuh kita selanjutnya membentuk zat kekebalan (antibodi). Mikro organisme atau jasad renik tsb bisa kuman bakteri,bisa virus, jamur, dll

Ketiga, DEMAM. Apakah demam itu? Penyakit atau gejala?
Demam bukan penyakit, demam adalah gejala bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh kita. Batuk, muntah, diare juga bukan penyakit, melainkan gejala. Berhadapan dengan gejala-gejala tersebut, yang terpenting adalah mencari tahu APA PENYEBABnya.

Apakah DEMAM ITU PASTI INFEKSI? Belum tentu, meski yang terbanyak adalah
akibat infeksi. Pada bayi dan anak kebanyakan adalah infeksi virus.

Mengapa kalau infeksi harus demam?
Sudah terbukti bahwa demam sengaja dibuat oleh tubuh kita sebagai upaya membantu tubuh menyingkirkan infeksi.
Pd saat terserang infeksi, maka tentunya tubuh harus membasmi infeksi tsb.
Caranya? Dengan mengerahkan sistem imun. Pasukan komando untuk melawan infeksi adalah sel darah putih dan dalam melaksanakan tugasnya agar efektif dan tepat sasaran, sel darah putih tidak bisa sendirian, diperlukan dukungan banyak pihak termasuk pirogen. Pirogen itu membawa 2 misi:
1.Mengerahkan sel darah putih atau leukosit ke lokasi infeksi
2.Menimbulkan demam yang akan membunuh virus karena virus tidak tahan suhu
tinggi, virus tumbuh subur di suhu rendah.

Dimana peran obat penurun panas?
Obat penurun panas, bekerja menghambat ensim Cox - sehingga pembentukan
prostaglandin terganggu-yang selanjutnya menyebabkan terganggunya peningkatan
suhu tubuh. Obat penurun panas samasekali tidak mengobati si penyebab demam itu sendiri.
Obat-obatan yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh Anti-cancer,
Antibiotics (ampicillin, clox, tetra, lincomycin, Bactrim, Septrim, INH, Flagyl), Cimetidine, Primperan

Cara mengatasi demam
1.Minum banyak
, karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca “kerugian yg
dapat terjadi karena demam”).
2.Kompres anak dengan air hangat.
Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan
menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh
untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas.
Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai 40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk. Cara melakukan kompres: taruh anak di bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.
3.Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C).

Complication
Demam itu umumnya justru dibutuhkan sebagai salah satu bentuk perlawanan tubuh terhadap infeksi. Tetapi apakah ada sisi negatifnya? Kerugian yang bisa terjadi akibat demam:
1.Dehidrasi - karena pada saat demam, terjadi peningkatan pengeluaran cairan tubuh sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.
2.Kejang demam, tetapi kemungkinannya sangat kecil. Selain itu, kejang demam hanya mengenai bayi usia 6 bulan sampai anak usia 3 tahun. Terjadi pada

hari pertama demam, serangan pertama jarang sekali terjadi pada usia <> 3 tahun. Gejala: anak tidak sadar, kejang tampak sebagai gerakan2 seluruh tangan dan kaki yang terjadi dalam waktu sangat singkat. Umumnya TIDAK BERBAHAYA, tidak menyebabkan KERUSAKAN OTAK.

Principles in fever management
Apa yang terpenting dalam menghadapi anak demam?
-Mencari tahu apa penyebab panasnya.
-Dengan mengetahui permasalahan, maka kita dapat bertindak secara rasional.

Prinsip utama tata laksana demam (sesuai panduan Mayo Clinic USA) :
-Orang tua tidak perlu panik, umumnya demam tidak membahayakan jiwa. Hal utama yang perlu dilakukan adalah mengamati perilaku anak. Bila saat suhu agak rendah anak masih tetap aktif, masih riang, masih mau main, maka kita tidak perlu cemas.
-Jangan memberikan obat panas bila demam tidak tinggi
-Cegah kemungkinan terjadinya dehidrasi
-Mengetahui kapan harus cemas dan harus menghubungi dokter

Di lain pihak, setiap penyakit itu ada nature nya masing2, misalnya common cold - 3 - 10 hari - ya jangan minta 1-2 hari sembuh. Kita tidak bisa melawan alam.

American Academy of Pediatrics - membuat rekomendasi penanganan demam dengan
mencantumkan kondisi-kondisi dimana orang tua harus menghubungi dokternya:
-Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh ³ 38C
-Bila bayi berusia 3 - 6 bulan dengan suhu tubuh ³ 38.3C
-Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh ³ 40C

Beberapa kondisi lainnya dimana anda perlu berkomunikasi dg dokter
-Tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi
-Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
-Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
-Kejang
-Kaku kuduk leher,
-Sesak napas
-Gelisah, muntah, diare
-Sakit kepala hebat

Dengan demikian, pemeriksaan laboratorium pada hari pertama demam, umumnya tidak diperlukan kecuali pada kondisi seperti yang dikemukakan di atas.

Panduan praktis menangani anak demam:
-Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tidak tebal
-Ekstra cairan, Minum sering: Air, air sup, jus buah segar yang sudah dicampur air, es batu, es krim. Bila sering muntah atau diare, beri minuman yg mengandung elektrolit:
pedialyte, oralit
-Biarkan anak memakan apa yang dia inginkan, jangan dipaksa. Hindarkan makanan yang berlemak, makanan yang sulit dicerna.
-Tepid sponging (kompres air hangat)
Anak tidak masuk sekolah, tetapi bukan berarti harus di tempat tidur seharian.

Sponging to ease fever
Kompres untuk meredakan demam

Tidak jarang orang tua terperangah bila saya tidak memberikan obat dan
menyatakan - cukup kompres saja.
Kompres hangat akan menurunkan suhu anak dalam waktu 30 - 45 menit.

Kapan kita mengompres anak demam?
1. Uncomfortable
2. Suhu (40C)
3. Pernah kejang demam atau keluarga dekat pernah menderita kejang demam
4. Muntah-muntah sehingga obat tidak bisa masuk

Bagaimana cara mengompres anak demam?
1. Taruh anak di bath tub/ember mandi yang diisi air hangat bersuhu 30 - 32C; atau
2. Usapkan air hangat di sekujur tubuh bayi/anak
Bila anak menolak, suruh duduk di ember/bath tub, beri mainan, ajak bermain

Menggigil,Kejang
Management of febrile convulsion

Orang tua sering sulit membedakan antara menggigil dengan kejang.
Pada saat anak menggigil, anak tidak kehilangan kesadaran, tidak berhenti napasnya. Anak menggigil karena suhu demamnya akan meningkat. Orang tua juga sulit membedakan antara kejang demam/steup - dg kejang akibat infeksi otak.

Kejang akibat demam bersifat generalized (melibatkan seluruh tubuh), berlangsung sekejap, setelah kejang - anak sadar.
Kejang akibat infeksi otak berlangsung lama, berulang-ulang, lehernya
kaku, dan sesudah kejang, anak tidak sadar.

Sebaiknya org tua menghitung lamanya kejang dengan watch stop - tidak jarang, akibat penampilannya yang menakutkan, maka orang tua merasa kejangnya lama meski sebenarnya hanya berlangsung dalam detik atau menit.

Beberapa panduan praktis menangani anak kejang demam:
-Tetap tenang, jangan panik, amati kondisi anak dengan seksama
-Baringkan anak/bayi di tempat yang aman (lantai)
-Saat anak kejang, jangan di “rejeng” (untuk mencegah terjadinya fraktur)
-Cegah agar saat kejang anak tidak tersedak (posisi anak tengkurap atau miring)
-Jangan taruh benda apapun di dalam mulut anak (misalnya sendok)

Fever Medication (obat demam) -Konsultasikan dengan dokter

Ibuprophen AcetaminophenAcetosal Metamizole
Effect NYERI, demam, fever, inflamasi DEMAM, nyeri Nyeri, demam,
inflamasi Nyeri, demam, inflamasi
Dosis 5-10 mg/kg 10-15 XX XX
Efek samping Iritasi lambung/saluran cerna (perdarahan), Gangguan
ginjalJangan berikan bila anak muntah2 dan atau diare Paling aman - asalkan
dosisnya tidak berlebihanBila overdosis, dapat menyebabkan kerusakan hati Sindrom Reye (gangguan otak dan hati), iritasi lambungTidak dianjurkan: Anak <>
Bone marrow suppression

Beberapa prinsip yang perlu dicatat:
-Jangan berikan 2 obat demam misalnya acertaminophen dengan ibuprofen atau acetaminophen dengan aspirin.
- Sebaiknya jangan campur acetaminophen dengan phenobarbital (luminal).
Luminal menekan ensim hati yang kerjanya menetralisir acetaminophen sehingga kadar acetaminophen di darah akan meningkatkan dan meningkat pula risiko intoksikasi acetaminophen.
- Jangan campur obat demam dengan steroid (prednison, oradexon, kenacort, dll) karena steroid akan meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna.
- Acetaminophen merupakan obat yang paling aman selama dosisnya diberikan dengan tepat (tidak berlebih).
- Jangan obati demam yang tidak tinggi.
- Jangan berikan aspirin (ASETOSAL/ASPILET) pada anak <>

Umumnya, demam bukan merupakan kondisi yang membahayakan jiwa. Demam
justru merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang membantu kita membasmi infeksi, yang paling penting adalah mencari tahu penyebab demam dan memahami saat orang tua harus mengontak dokter anaknya. Oleh karena itu, bila demam tidak tinggi, jangan berikan obat demam, tidak perlu dikompres, minum banyak saja.

Obat demam dan kompres hangat hanya diberikan bila demam tinggi atau anak
merasa “uncomfortable”. Upaya yang penting lainnya adalah mencegah komplikasi dehidrasi dengan memberikan anak minum lebih dari biasanya.

Demam Panas

BAYI: DEMAM PANAS

Demam selalunya berlaku kerana adanya jangkitan kuman bakteria ataupun virus. Antara tanda-tamda demam ialah suhu badan yang melebihi 37 darjah celcius, bayi berpeluh lebih daripada biasa dan kelihatan tidak berapa selesa.

Sebab-sebab berlakunya demam (fever)

  • Jangkitan kuman bakteria atau virus.

  • Jangkitan pada bahagian telinga. Dalam keadaan ini bayi selalu memegang atau mencucuk-cucuk telinganya dengan jari. Bayi juga kerap terjaga malam dan menangis tanpa dapat dikawal. Keadaan ini selalu berlaku selepas bayi terkena selsema. Ubat decongestant mungkin diberikan bersama-sama antibiotik dalam keadaan ini.

  • Jangkitan pada bahagian dada. Bayi didapati bernafas lebih laju daripada biasa. Ia juga berlaku terutamanya selepas bayi terkena selsema.

  • Measles. Di samping demam, bayi juga mengalami rashes - tompok-tompok merah pada badannya. Bayi juga mungkin mengalami masalah batuk.

  • Meningitis. Ia berlaku bila ada jangkitan pada bahagian otak. Bayi anda akan merasa pening. Dalam keadaan ini, kemasukan ke dalam hospital mungkin perlu dibuat segera.

  • Gastroentritis. Antara tanda-tandanya ialah bayi mengalami cirit-birit dan / atau muntah. Ini boleh menyebabkan dehidrasi (pengeluaran cecair badan) yang memerlukan pengambilan oral rehydration salt atau kemasukan air secara injection.

  • Jangkitan pada mulut atau tekak. Bayi mungkin menghadapi kesukaran untuk makan dan selalu menolak sekiranya anda ingin memberinya makan.

  • Terlebih panas (overheating) yang berlaku kerana pakaian yang dipasangkan terlebih tebal dsb.

Ubat-ubatan

Ubat-ubatan yang diberikan bergantung kepada keadaan. Antara ubat yang selalu diberikan dalam masalah ini ialah:

  • antibiotik untuk membunuh kuman. Perlu diingat, penggunaan berlebihan atau secara tidak teratur akan menyebabkan kesan jangkamasa panjang yang buruk. Sila lihat antibiotik.htm.

  • paracetamol seperti panadol syrup dsb. Ia digunakan untuk mengurangkan demam dan juga rasa-rasa sakit badan yang dialami. Untuk kesan yang lebih cepat ubat yang dimasukkan ke dalam dubur (ubat jenis ini dipanggil supp. atau nama penuhnya suppository) digunakan. Antara persediaan yang ada di pasaran ialah paracetamol supp. dan voltaren supp (mengandungi bahan diclofenac sodium). Penggunaan aspirin atau methylsalicylate TIDAK dibenarkan.

  • selain paracetamol, ubat yang lebih kuat seperti ibuprofen boleh juga digunakan untuk bayi berusia enam bulan ke atas.

  • decongestant iaitu ubat titis yang digunakan untuk merawat hidung yang tersumbat.

  • ORS iaitu oral rehaydration salt dalam bentuk serbuk yang dimasukkan ke dalam air dan diberi minum. ORS mengandungi bahan-bahan mineral untuk menggantikan cecair badan yang hilang akibat peluh dan / atau cirit-birit.

Rawatan-rawatan lain

  • Pastikan bayi anda diberi air yang lebih. Pengambilan sekurang-kurangnya satu liter harus diamalkan.

  • Buka baju atau semua pakaian bayi anda. JANGAN selimutkan bayi anda dengan pakaian tebal atau selimut.

  • Tuam dahi dan badan bayi dengan tuala yang direndam dalam air. Air hendaklah tidak sejuk dan tidak berapa panas (agak suam).

Perkara-perkara lain

Jika berlaku sawan (febrile convulsion), rawatan lanjut adalah diperlukan. Bila ini terjadi, tangan dan kaki bayi akan bergoncang tanpa kawalan. Muka bayi anda mungkin menjadi biru. Letakkan bayi dalam keadaan meniarap di atas bantal dan lakukan rawatan-rawatan yang dinyatakan di atas. Sekiranya bayi muntah, bersihkan mulut bayi anda dengan jari. Dapatkan pemeriksaan lanjut.

Muntah Susu

Apa itu muntah susu?

Istilah perubatan pada masalah ini ialah gastroesophageal reflux. Ia tidak sama dengan muntah biasa. Muntah susu adalah masalah yang sangat kerap terjadi dikalangan bayi iaitu 40% pada bayi berusia kurang dari 1 tahun.

Apa yang menyebabkan muntah?

Ia terjadi kerana susu didalam perut termasuk balik kedalam salur esophagus ( saluran yang menyambungkan perut dan mulut). Bagi bayi yang lebih berusia, terdapat otot pada pangkal esofagus ini yang menghalang makanan dari perut masuk balik ke esofagus yang berfungsi seperti penutup satu hala atau 'valve'. Walaubagaimanapun, valve ini tidak betul-betul berfungsi sehinggalah bayi berusia 1 tahun ke atas. Itulah sebabnya ia lebih lebih kerap terjadi dikalangan bayi berusia kurang dari 1 tahun.

Gejala dan simtom

  • Keluar secara 'effortless'
  • Muntah terjadi sebaik minum susu
  • Muntah selepas sendawa
  • Susu keluar lebih banyak terutama setelah terlebih minum

Tip untuk kurangkan muntah susu

  • Sendawakan bayi dengan lebih kerap, semasa dan selepas menyusu
  • Kurangkan tekanan pada perut- jangan berbekung atau memakai lampin yang ketat.
  • Elakkan pergerakkan seperti membuai yang keterlaluan semasa dan selepas menyusu
  • Hindar dari minum susu terlalu banyak dalam satu masa
  • Baringkan bayi dalam kedudukan mengiring sebelah kanan semasa tidur
  • Tinggikan kepala bayi 30 darjah semasa tidur
  • Tegakkan badan bayi sebaik selepas menyusu.
  • Periksa samada terdapat “dribbling” pada mulut bayi semasa tidur. Lap sekiranya ada susu untuk mengurangkan iritasi.
  • Pastikan bayi tidak mengalami dihydrasi (kekurangan cecair badan) dengan memeriksa tanda-tanda dehidrasi seperti:
    • Lampin- sekiranya lampin kerap kering bayi mungkin mengalami dehidrasi
    • Periksa mulut: Lidah yang terlalu kering menunjukkan bayi dehidrasi
    • Kulit: sekiranya nampak kering dan berkedut, mungkin bayi mengalami dehydrasi.

Bila perlu jumpa doktor?

Kebanyakkannya akan hilang dengan sendiri selepas 12 bulan dan bayi membesar secara normal. Walaubagaimanapun, ada segelintir dari bayi yang muntah terlalu banyak sehinggalah ia tidak membesar sebagaimana yang sepatutnya. Sekiranya muntahnya keterlaluan setiap kali menyusu, berjumpalah dengan doktor untuk pemeriksaan.

Tip untuk menyusukan bayi

  • Menyusu dengan kadar sedikit. Hadkan setiap susuan kurang dari 20 min sekiranya menyusu botol.
  • Sekiranya menyusu badan, susukan pada sebelah buah dada sahaja dan perah yang satu lagi.
  • Jarakkan susuan sekurang-kurang 2 jam kerana perut mengambil masa 2 jam untuk kosong semula.
  • Pakaikan lampin dengan lebih longgar
  • Susukan bayi dalam keadaan tegak sedikit

Merawat Demam

a

Apabila anak anda mengalami demam, ia selalunya menunjukkan yang badannya sedang melawan serangan kuman. Walaubagaimapun, kanak-kanak juga mungkin akan cuma mengalami sedikit rasa panas, berpeluh dan rasa “feverish” tanpa betul betul mengalami demam yang sebenar.

demam

Tidak semua bayi atau kanak-kanak akan mengalami demam walau badannya sedang melawan jangkitan kuman dan tanda-tanda mungkin berbeza diantara satu dan yang lain. Ada setengahnya mungkin aktif walaupun mengalami demam tinggi dan ada juga yang kelihatan cukup lemah walaupun cuma mengalami demam yang sederhana sahaja. Kebanyakan demam yang ringan dengan sendiri hilang selepas 2-3 hari tapi sekiranya ia berlarutan bawalah anak anda berjumpa doktor.

Bagaimana demam terjadi?

Demam menolong anak anda melawan jangkitan kuman dengan memberikan persekitaran yang kurang baik untuk bakteria dan virus membiak. Bahan kimia yang dirembes kedalam darah akan memberikan signal ke otak untuk menaikan tahap suhu badan kanak-kanak yang akan menolong sel darah putih melawan kuman.

Rasa mengigil adalah disebabkan oleh urat yang kejang supaya tubuh boleh meninggikan lagi suhu badan. Peluh yang terjadi semasa demam pula mencegah suhu badan agar tidak menjadi terlalu tinggi.

Apa yang perlu anda buat?

Sekiranya anda mensyaki yang anak anda mengalami demam, alat pengukur suhu yang boleh didapati difarmasi dengan senang dapat mempastikan samada anak anda demam atau tidak. Sekiranya ia melebihi 37.7 degree demam terjadi. Sekiranya ia disertai dengan mata kuyu, kulit kering dan kencing yang jarang ia menunujukkan anak anda mengalami dehidrasi perlu mendapat perhatian segera. Bagi anak kecil seperti bayi, sekiranya demam disertai dengan tangisan berterusan, tidak aktif dan leher kejang mungkin tanda jangkitan yang lebih serius, bawalah bayi doktor untuk pemeriksaan.

Gejala gejala serius yang memrlukan pemeriksaan segera.

  • Demam melebihi 3 hari walaupun sudah diberikan ubat
  • Tanda dehidrasi seperti dahagam mata layu, kulit dan bibir kering
  • Menangis berterusan, kurang aktif, tiada selera makan, leher kejang
  • Sakit perut
  • Bayi tiada éye contact’
  • Badan kejang dan penafasan yang terlalu pantas.

Wednesday, July 29, 2009

Teknik Tepuk bantu masalh bb berkahak

Teknik tepuk bantu masalah bayi berkahak

BATUK dan selesema adalah dua masalah yang boleh dikatakan pasti berlaku pada setiap bayi. Tidak kira musim sejuk atau panas, simptom tersebut boleh menjadi kronik kepada kesihatan bayi kerana kesukaran mereka untuk mengeluarkan kahak dan hingus boleh menjadi punca penyakit seperti bronkitis atau brochospasm.

Saat masalah tersebut berlaku pada bayi, pasti ibu bapa akan berasa gusar kerana bayi belum mempunyai kepandaian untuk mengeluarkan kahak mahupun menghembus hingus mereka sendiri.

Sebab itulah ada ibu atau bapa yang prihatin sanggup menyedut hingus pada hidung bayi mereka kerana khuatir keadaan tersebut akan membuatkan bayi tidak selesa untuk bernafas.

Syabas kepada ibu bapa yang sanggup melakukan yang terbaik demi kesihatan anak mereka, tapi alangkah lebih bagusnya jika mereka mengetahui tentang teknik fisioterapi yang terbukti boleh memberikan bayi lebih kelegaan daripada masalah batuk dan selesema yang dihadapi.

Pakar Fisioterapi dari Pusat Perubatan Pakar Alpha, Siti Farah Aini Jamaludin berkata, bayi di bawah usia dua tahun memang kerap mengalami bronchospasm iaitu bengkak dan pengecutan dalam paru-paru.

"Simptom penyakit ini seperti batuk, demam, selesema dan sesak nafas. Penyakit ini boleh juga dialami oleh orang dewasa tapi lebih bermasalah jika ia menyerang bayi kerana mereka tidak berupaya mengeluarkan kahak sendiri," ujarnya ketika ditemui di klinik fisioterapinya di Pusat Perubatan Pakar Alpha, Kota Damansara, Selangor, baru-baru ini.

Pengalaman

Berdasar pengalamannya selama lebih tujuh tahun melakukan fisioterapi di pusat-pusat perubatan sebelum ini, kanak-kanak di bawah usia lima tahun sering berhadapan dengan masalah bronkitis atau bronkospasm.

"Ibu bapa biasanya akan merujuk anak mereka ke hospital apabila mendapati anak mereka menghadapi masalah pernafasan seperti hidung tersumbat, pernafasan berbunyi serta simptom seakan penyakit asma.

"Sebenarnya jika ibu atau bapa mempunyai sedikit ilmu fisioterapi, mereka boleh mempraktikkan kepada bayi mereka agar tidak mudah berlaku jangkitan lain terhadap bayi.

"Sebagai contoh, jika bayi mengalami hidung tersumbat dan batuk berkahak dan di rumah memang tidak mempunyai mesin sedut hingus, ibu bapa boleh mencuba teknik tepukan yang dinamakan percussion ke atas bayi mereka.

"Caranya mudah, pastikan bayi dalam posisi meniarap dan letakkan bantal di bawah perut, pastikan bantal itu tidak terlalu tebal. Kemudian condongkan sedikit posisi bantal dengan kedudukan kepala bayi ke bawah dan kaki di atas, pastikan kaki lurus.

"Ibu atau bapa pula bentukkan tapak tangan seakan cupping (lubang di tengah) dan gunakan kekuatan dari pergelangan tangan untuk menepuk perlahan di belakang bayi.

"Tepuk selama lebih kurang 15 minit dan beralih di kiri dan kanan tubuh bayi pula. Tujuan menepuk ini adalah untuk melonggarkan kahak di dalam paru-paru dan 15 minit selepas selesai menepuk, biasanya bayi akan batuk atau bersin dan sekali gus mengeluarkan kahak dalam bentuk muntah. Jika tertelan, tidak mengapa kerana kahak tersebut akan keluar menerusi najis mereka," jelas Siti Farah.

Siti Farah mengingatkan ibu bapa, sebelum memulakan teknik tepukan percussion ini, pastikan anak tidak minum susu sejam atau setengah jam sebelum bagi mengelakkan muntah.

Siti Farah berkata, bayi yang kesnya dirujuk ke fisioterapi oleh doktor, biasanya akan melalui fisioterapi pada bahagian dada.

"Ubat-ubatan yang diberikan oleh doktor pula untuk melambatkan bakteria, manakala nebulizer adalah untuk membuka saluran pernafasan bayi yang sempit.

"Kombinasi tiga elemen iaitu ubat, nebulizer dan fisioterapi merupakan kaedah yang lazim dilakukan di hospital ke atas bayi yang menghadapi masalah tersebut," katanya.

Menurut Siti Farah lagi, apabila bayi diserahkan kepada ahli fisioterapi mereka akan dibedung dan teknik tepukan untuk melonggarkan kahak akan dibuat.

Selepas tepukan, mesin penyedut kahak akan digunakan bagi membantu bayi mengeluarkan kahak dan hingus mereka.

"Saya memang faham perasaan ibu yang menangis dan tidak sanggup melihat bayi mereka melalui prosedur tersebut. Tetapi ibu atau bapa perlu tahu, proses tersebut tidak menyakitkan ia cuma tidak selesa pada bayi dan kita sukar untuk mententeramkan bayi.

"Adakalanya juga ketika proses menyedut kahak dan hingus akan keluar bersama sedikit darah, ibu bapa jangan panik. Mereka perlu faham keadaan tersebut berlaku kerana saluran pernafasan anak terlalu sempit dan masih lembut.

"Apabila anak meronta, ia hanya akan menyebabkan kesukaran kepada bayi itu sendiri juga mendatangkan kerisauan kepada si ibu yang melihatnya," ujar Siti Farah.


Oleh NOOR FAZRINA KAMAL
petikan dari Utusan Malaysia

pst... akupun selalu sedut hingus adik bila adik selesema. masa kak long baby dulupun aku selalu buat gitu. cuma nak tepuk tau reti pulak.